22 Jun 2008

@ Jamsostek kurang peduli anggotanya

Sering kita dengar atau kita baca di berbagai media tentang hal yang negativ dari Jamsostek baik mengenai uang jaminan sosial,uang penggantian persalinan,pengobatan dan lain-lain.Pengalaman ini yang berkaitan dengan pengalaman pahit teman kami pernah mengalaminya.Saat dia diberhentikan dari kerjanya adalah seorang Office Boy dan dia diberhentikan sama sekali perusahaan tidak mempunyai perasaan.Dia telah bekerja lebih dari 7 tahun,tapi tidak diberi pesangon sama sekali.Betul-betul tidak kenal perasaan.Teman saya lalu ke Pt Jamsostek untuk pengambilan hari tua.Betapa terkejut kawan saya karena uang baru bisa cair 6 bulan lagi.Teman saya sudah minta percepatan pencairan,tapi Jamsostek tidak bisa memecahkan masalah,padahal uang jaminan hari tua itu untuk bekal usaha dagang.Karena jamsostek tidak bisa mencairkan uang jaminan hari tua kurang dari 7 hari bahkan 6 bulan baru cair.Coba bayangkan teman saya itu,rumahnya hanya 3 x 5 m,anaknya 3 semua sekolah,istri menganggur.Sungguh menyedihkan nasibnya.Melamar kerja lagi sudah tidak bisa,karena umurnya yang sudah di atas 33 tahun,pengalaman tidak ada selain Office Boy.Akhirnya dengan terpaksa dia menjadi tukang ojek dengan satu-satunya motor tuanya yang dibeli kredit.Berangkat ojek pukul 5 pagi,pulang sampai pukul 12 malam tergantung antaran penumpang atau paling cepat pukul 10 malam.Panas kepanasan sampai kulitnya terbakar matahari,wajahnya juga hitam.Malam kedinginan.Pendapatan yang diterima paling banyak Rp 50.000,-.Sungguh menyedihkan keadaannya.Tapi dia hanya orang yang lemah,mudah dibodohi bagi yang tak punya hati.Seharusnya Jamsostek jangan seperti itu dong kebijakannya.Ini namanya kebijakan yang tidak bijak.Tidak semua orang yang keluar kerja terus mendapat pekerjaan langsung.Tidak pula orang yang dipecat dengan pesangon cukup.Seharusnya Jamsostek merubah kebijakan yang kurang bijak tadi.Apabila ada karyawan yang telah berhenti kerja dan memang yakin telah berhenti,seharusnya Jamsostek langsung mencairkan kepada peserta,seperti orang menarik uang di bank.Kan dana yang ditarik itu uang peserta kenapa harus begitu lamanya.Uang itu bukan cuma-cuma,tapi murni iuran peserta dan Jamsostek hanya sebagai pengolah.Jadi seharusnya seperti menarik uang di teller bank,saat itu nasabah mau menarik saat itu pula uang keluar.Tidak seperti Jamsostek,saat itu mau menarik,uang baru keluar 6 bulan lagi.Sudah berikan saja uangnya,mau dipakai apapun itu urusan dia.Kalau Jamsostek begini terus,maka di masa depan,banyak peserta pindah ke perusahaan lain yang lebih bagus,terutama perusahaan asing.Jamsostek ternyata kuran sosial.

Berjuang demi bangsa !

www.aspirasirakyat.com

0 komentar: