Futures Masters Course
Thousands Now Trade Who Never Thought They Could! Get the Secret.
Tradeology.Com/Free
E-currency Investment. Ea
Private Online Business Earn more profit daily. 14%
www.investment-bestsite.org
Indonesia Trading
From $100, 200:1 Leverage, News, Rates, Charts, CC Deposit, get $200
www.avafx.com
Invest Forex
Get rich the easy way. Don't miss this chance.
www.make-fx.com
iklan
Di Indonesia sudah sekitar 5 tahun telah melaksanakan tenaga kerja sistem kontrak (outsourching).Alasan para pengusaha menggunakan sistem kontrak adalah dari segi hemat dalam pengeluaran gaji.Dalam bisnis kita semua kenal prinsip ekonomi yaitu dengan modal sekecil-kecilnya untuk mendapatkan untung yang sebesar-sebesarnya.Memang tepat prinsip seperti itu,tapi yang tidak betul adalah caranya.Kita lihat sekarang perusahaan menggunakan sistem kontrak pada karyawannya.Para pengusaha menetapkan gaji yang sangat jauh dari layak.Sistem kontrak adalah ekspoitasi pengusaha pada para karyawan.Contoh seorang office boy (OB) di kantor teman saya.Dalam sebulan dia hanya menerima gaji hanya Rp 600,000 tidak ada tambahan apapun itupun kalau masuk sebulan penuh.Kalau ada satu hari tidak masuk,maka dipotong Rp 20,000.Dia masih hidup dengan orang tuanya,masih ikut makan.Tapi bagi rekannya yang hidup sendiri di Jakarta dengan jabatan yang sama bagaimana ? Dengan Rp 600,000 harus dibagi sebagai berikut (pengeluaran rutin bulanan) :1.Untuk istri dan anak di kampung Rp 200,0002.Sewa kontrakan Rp 100,0003.Untuk transportasi Rp 125,0004.Untuk makan Rp 175,000Asal masih bisa makan dia masak nasi sendiri dan beli sayur sekali untuk dimakan tiga kali,atau untuk sekali makan dengan biaya di bawah Rp 2,000 sekali makan.Sungguh sangat memprihatinkan dan pengusaha sepertinya masa bodo.Bandingkan dengan teman saya yang sama office boy di tahun 2004,dia mendapat penghasilan bulanan sekitar Rp 1,500,000 juga tunjangan lain yang ada serta dengan status karyawan tetap.Suatu jabatan yang cukup enak bagi seorang tamatan SMP.Bandingkan sekarang yang pendidikan S1,mayoritas kontrak dan tidak lebih enak dari teman saya yang hanya OB.Sebenarnya di mana perasaan para pengusaha ? Coba bayangkan jika Anda para pengusaha misal seperti mereka,bagaimana rasanya ? Tidak enak sama sekali.Maunya memeras keringat karyawan sampai kering tapi menggajinya kering.Para pengusaha menganut prinsip ekonomi,tapi salah penerapan.Mereka menggunakan frase " mau kerja silakan tidak mau ya masih ada yang lain yang lain ".Kalau prinsip ini dianut para pengusaha,maka hancurlah para karyawan.Untuk itu kami sebagai karyawan kontrak menuntut :1.Jadikan kami karyawan tetap secepatnya.2.Kembalikan hak-hak kesejahteraan kami.3.Maksimal kontrak 3 bulan.4.Hilangkan diskriminasi dalam pandangan perusahaan karena warna kulit,agama,ras,suku,dll.Apabilg keempat tuntutan kami tidak dipenuhi maka bagi perusahaan bersiaplah hancur karena apabila perusahaan menerapkan sistem outsourching sama seperti memasang bom waktu di tubuhnya sendiri yang suatu saat akan meledak.Blegeeeerrrr.Waspadalah.




0 komentar:
Poskan Komentar