25 Jul 2008

@ Rakyat Indonesia gemar korupsi

Sepertinya korupsi yang melanda Indonesia sangat susah untuk diberantas,soalnya masyarakat awam juga sekitar 90% memang korup,walaupun bukan uang.Kan masyarakat awam tahunya korupsi kan nyolong uang rakyat,padahal korupsi itu bukan sekedar mengambil uang pihak lain tanpa hak tapi lebih dari itu.Korupsi adalah mengambil hak orang lain.Contoh korupsi yang 99% pasti pernah dilakukan oleh semua adalah saat lampu merah harus berhenti di belakang garis stop,karena di depan garis stop adalah hak penyeberang lain,tapi kebanyakan orang sampai melewati garis stop bahkan di jalur zebra.Ini merupakan bentuk lain dari korupsi karena itu sama dengan mengambil hak penyeberang khususnya pejalan kaki.Trotoar yang seharusnya bagi pejalan kaki,para pengendara motor seenaknya naik ke trotoar dengan alasan macet lah,buru-buru lah dan macam lainnya.Pedagang kaki lima berdagang di trotoar dan halte ini kan mengambil hak orang lain.Yang lebih parah lagi para aparat negara seperti polisi,TNI yang tugasnya menegakkan hukum tapi malah jadi pioneer pelanggar hukum,tidak pakai helm,ugal-ugalan,motor tak jelas identitasnya tanpa plat nomor,lampu sen,lampu rem,menerobos lampu merah dan masih banyak lagi.Memang aparat yang melanggar hukum adalah oknum cuma tolonglah bagi para oknum ini jangan memakai atribut apapun sewaktu melanggar karena Anda merusak citra anggota yang baik.Jangan kenakan apapun sewaktu melanggar seperti baju,topi,kendaraan bahkan celana pun jangan karena sedikit saja melanggar tapi masih memakai seragam bahkan celana masih seperti asli petugas aparat,maka masyarakat menganggap pejabat urakan.Pegawai khususnya pegawai negeri absen pagi banyak ngobrol kosong kerja secuil pulang tepat waktu akhir bulan gajian sama juga jiwa koruptor.Di kantor pelayanan masyarakat seperti samsat,bea cukai,kepolisian,kelurahan tanpa uang pelicin tidak bisa dijalankan.Sampai tahun 2015 pun kalau mental masyarakat masih senang korup,Indonesia akan stagnan kondisinya atau bahkan menurun.Lihat saja dari tahun 2005 ke tahun 2008 keadaan makin memburuk.Kalau mau kondisi Indonesia berubah jangan reformasi bukan jalan yang benar.Jalan yang benar adalah revolusi total positif.Krisis yang melanda Indonesia ini sebetulnya karena ulah masyarakat sendiri mulai rakyat biasa sampai presiden memang tidak bisa jujur.Rakyat kecil pedagang kaki lima menimbang barang dagangan dengan menambahi pemberat di bawah baskom beban,mencampur barang lama dengan barang baru lalu dibilang baru.Kalangan konglomerat dan pejabat tidak usah ditanya lagi karena memang sudah busuk.Apabila kita ingin keluar dari kegelapan ini maka kunci utama adalah jujur lalu bertobat pada Allah.Jangan ambil hak orang lain sekecil apapun,termasuk menerobos lampu merah walaupun keadaan kosong karena memang itu bukan hak kita untuk jalan,jangan mengambil barang apapun di jalan walaupun tercecer karena itu barang orang lain amankan kalau bisa supaya bisa diambil yang punya lagi,kalau tidak bisa biarkan saja,karena apabila kita ambil maka barang kita dengan nilai minimal yang sama suatu saat PASTI akan hilang juga.Krisis yang Indonesia sekarang alami adalah azab atau hukuman dari Allah karena dari dulu kita tidak bisa keras dengan hukum,maka hukum yang mengerasi kita.Pilih mana kita keras dengan hukum atau kita dikerasi hukum.Semua akan berbalik pada Anda.Kita lihat contoh Arab saudi keras dengan hukum maka hukum lemah dengan mereka,negara kaya masyarakat makmur lahir batin padahal kekayaan alam tidak beda jauh dengan Indonesia,jangan bilang itu salah kelola itu karena kita lemah dengan hukum,salah kelola adalah salah satu cabang dari lemah hukum.Silakan lawan hukum terutama hukum Allah,tapi semua PASTI akan berbalik pada si pelaku.YAKIN 100%.

0 komentar: