dieksusi oleh pihak kepolisian RI.Ada yang merasa senang dengan
eksekusi itu banyak pula yang tidak setuju.Pertanyaan besar masih
mengejar kita,apakah benar mereka itu pembuat bom sedahsyat itu ? Jika
memang iya bila dilihat dari kaca mata saya sebagai orang awam,berarti
hebat.Anak negeri sudah ada yang bisa membuat bom sedahsyat itu.Lepas
dari tindakan -yang menurut orang tertentu- criminal yang telah mereka
lakukan,apakah pihak keamanan Negara dalam hal ini bisa TNI atau
Kepolisian sudah belajar dari mereka bagaimana cara membuat bom
sedahsyat itu dengan bobot tidak sampai 20 kg yang berhasil membuat
187 oranng meninggal dan hampir 300 luka berat dan ringan ? Bila belum
digali bagaimana cara membuat bom sedahsyat itu ,tapi mereka sudah
dieksekusi sayang sekali melewatkan kesempatan ini,padahal hanya
Negara maju saja yang baru punya bom sedahsyat itu yaitu
US,Inggris,Perancis,Rusia,Israel mungkin Iran.Bila ada anak negeri
punya keahlian seperti Amrozi yang katanya bisa membuat bom sedahsyat
itu,mungkin Indonesia akan menjadi anggota Dewan Keamanan PBB sejajar
dengan Perancis,Rusia juga Inggris.Tapi bila bukan mereka yang bom
bali,lalu siapa pelaku utamanya ? Saya sebagai orang awam berpikir
sederhana saja,uang dari mana yang mereka peroleh untuk membeli bahan
bom yang sangat mahal,sementara mereka adalah orang sederhana yang
berpenghasilan pas-pasan yang juga bertanggung jawab atas kehidupan
keluarga mereka ? Dalam pikiran mereka mungkin lebih baik uang ini
digunakan saja untuk kehidupan istri dan anak.Apakah mungkin mereka
punya penghasilan ratusan juta per bulan seperti Aburizal Bakri,Jacob
Oetama,Ibu Dibyo dll ? Bila itu bukan uang mereka terus mereka dapat
uang dari mana ? harusnya dicari juga donator uangnya,hendaknya jangan
berhenti di eksekusi Amrozi cs saja.Kalau di kepolisian kan semua
pihak yang terkait dengan kasus kejahatan harus dituntaskan sampai
akar,apakah betul Amrozi c situ akarnya ? Kalau saya sebagai orang
awam tentu tidak percaya kalau mereka akarnya,buat makan enak saja
sudah Alhamdulillah boro-boro buat beli bom,uang dari manaaaa…….?
Saya yakin mereka hanya dijadikan tempat pembuangan "sampah",tidak
dicari siapa yang membuang.
Sementara itu di balik penghancuran menara kembar WTC di Amerika
apakah benar yang melakukan itu adalah orangnya Osama bin Laden ?
Menurut US betul dan juga sekutunya.Padahal ada hal yang lupa
menghilangkan jejak saat menabrakkan pesawat itu ke gedung di Pentagon
itu,yaitu pesawat yang digunakan adalah seri Boeing dengan nomor
penerbangan Q33NY.Secara tidak langsung penabrak telah membuka
"mukanya" saat menabrak.Q33NY bila ditulis di computer dengan font
Wingdings menjadi .Bila diterjemahkan kurang lebih sebagai
berikut : pesawat yang digunakan untuk menabrak gedung kembar sangat
berbahaya dan dimiliki oleh Yahudi.Entah itu nomor penerbangan memang
sengaja dibuat seperti itu atau kebetulan.Bom yang meledak pernah
meledak di Indonesia yang cukup hebat :
1.Bom Bali 1, 12 Oktober 2002 / 12102002
2.Bom di hotel JW Marriot 5 Agustus 2003
3.Bom di Kedubes Australia 9 September 2003
4.Bom Bali 2,1 Oktober 2005 / 1102005
Lalu eksekusi Amrozi cs 9 Nopember 2008
Bila dilihat secara ideology memang antara dunia Barat dengan dunia
Islam tidak akan pernah rukun sampai kapan pun,karena itu sudah
dituliskan di Quran,bahwasanya Mereka ( Yahudi dan Nasrani ) tidak
akan pernah rela bila Islam tidak mengikuti mereka,bagaimana pun
caranya bila dengan cara halus tidak bisa dengan cara kasar pun
dilakukan.Pada dasarnya teroris yang ada di dunia adalah perselisihan
antara agama Yahudi,Kristen dan Islam dan teroris ini mulai ada sejak
lahirnya Nabi Muhammad SAW karena semua nabi berasal dari Ishak
kecuali Nabi Muhammad SAW ,beliau dari Ismail dan orang Yahudi dan
Nasrani tidak mau mengakui Nabi dari keturunan Ismail AS,bahkan
Nasrani sendiri mengklaim anak yang dikorbankan Nabi Ibrahim AS adalah
Ishak.Akhirnya saya berkesimpulan tindakan teroris tidak akan pernah
berhenti sampai kapan pun.YAKIN,paling hanya berubah motif tapi dengan
tujuan yang sama yaitu mengadu domba pihak yang damai supaya saling
berseteru sehingga si pengadu akan girang melihat "domba-dombanya"
beradu.Wallahu A'lam.



0 komentar:
Poskan Komentar