31 Des 2008
Hati-hati melewati proyek perbaikan jalan DKI
Waktu itu pukul 20.00 lewat sedikit tanggal 28 Nopember 2008.Saya sedang mengendarai motor melewati jalan Bypass,Bojana Tirta ,Jakarta Timur.Suasana hujan sedang,saya tetap jalan.Penerangan jalan sangat kurang,lampu motor kurang memadai bila hujan turun.Karena rumah saya masih jauh dari situ,kira-kira 15 km lagi saya tetap jalan.Kebetulan di situ sedang ada proyek pelebaran jalan,yang pada awalnya dengan aspal dan dilebarkan dengan semen.Antara semen dan aspal di sambungan jalannya ada perbedaan ketinggian sekitar 3 cm.Saat motor saya menapak di jalan yang semen,karena saat itu ada mobil berhenti,maka saya menyalipnya dan motor saya menapak di jalan semen.Setelah melewati mobil motor saya pun hendak menapak ke jalan aspal.Saat melewati sambungan itu pasti yang namanya sedang melaju memotong miring.Saya tidak bisa menguasai keadaan,karena posisinya beda level bukan menanjak.Akhirnya motor saya jatuh dan saya terseret kurang lebih 10 meter dari lokasi kejadian.Alhamdulillah,karena saya menggunakan perlengkapan yang lengkap mulai dari helm yang standar,jaket tebal,sarung tangan,sepatu maka yang jebol hanya sepatu dan celana, sementara helm tergores panjang.Bisa dibayangkan bila muka yang kena,seperti apa muka saya,mungkin seperti kulit nangka.Kaki bengkak tertimpa motor dan tergores di aspal,motor pecah body,setang bengkok.Kejadian seperti ini mudah-mudahan tidak terjadi lagi pada orang lain.Dan untuk pemda DKI tolong kalau kerja yang profesional.Untuk penambalan jalan jangan gunakan semen,karena suatu saat akan terjadi perbedaan level dan akhirnya menimbulkan bahaya.Contoh potensi bahaya di sambungan jalur busway,sambungan aspal dengan semen,jalanan tambal.
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)



0 komentar:
Poskan Komentar