31 Des 2008
;-( Penerimaan pajak kemaruk
Sunset Policy yang digembar gemborkan dirjen pajak yang rencananya berakhir bulan Desember 2008 diperpanjang hingga bulan Februari 2009.Pemerintah menyatakan target pajak lebih dari target sekitar 7%.Katanya rakyat begitu antusias dengan sunset policy,makanya waktu diperpanjang hingga Februari 2009.Target penerimaan pajak memang tercapai,tapi belum bisa membantu menutupi defisit anggaran negara.Pertanyaan besar sekarang untuk negara,kenapa rakyat yang harus ditekan dan kenapa konglomerat hitam mantan dirut BCA antoni salim yang membawa kabur uang negara sebesar Rp 500 trilliun tidak dikejar seperti dirjen pajak mengejar wajib pajak ? Jawab kalau bisa.Sebenarnya penerimaan pajak dari rakyat tidak seberapa bila dibandingkan dengan uang negara yang dibawa antoni salim.Biaya yang dikeluarkan pemerintah Amerika untuk agresi militer ke Iraq yang membuat negara Uncle Sam bangkrut.Kalo Amerika kehilangan uang Rp 500 trilliun bangkrut,bagaimana dengan Indonesia ? Bangkrut sih tidak paling hancur.Mustinya kalo memang pemerintah SBY serius memberantas korupsi,cari dulu tikus antoni salim,maling uang negara,baru kejar-kejar wajib pajak dalam negeri.Tidak sanggup menangkap antoni salim,rakyat yang jadi tumbal untuk nomboki,bagaimana ini ? Padahal masih banyak cara yang bisa ditempuh untuk menomboki APBN.Bisa dengan memotong gaji anggota parlemen,menyita harta pegawai negara yang tidak wajar sesuai gajinya.Pegawai negeri bisa punya Mercy,memang gajinya puluhan juta per bulan ? Contohkan dari pejabat dengan hidup sederhana,ganti mobil Mercy dengan Kijang,hukum mati koruptor.Kalau mau jadi presiden yang bagus contohlah Umar bin Khattab yang begitu marahnya mau dipilih jadi presiden lagi sampai menghunuskan pedang dan begitu marah melihat anaknya makan daging unta.Atau kalau mau jadi presiden yang bagus contohlah Umar bin Abdul Aziz,yang pada masanya sampai tidak ada satu pun rakyatnya yang pantas menerima zakat atau sumbangan karena amat makmurnya.Bagaimana presiden RI ? Amat jauh dari Umar! Yakan?
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)



0 komentar:
Poskan Komentar