1 Jan 2009
:-| Ironi tahun baru
Tahun 2008 Masehi telah lewat dan tahun 2009 sudah mulai masuk.Tapi rakyat Indonesia banyak terjerumus dalam perbuatan yang percuma malah cenderung maksiat.Lihatlah betapa sibuknya orang di pasar.Ada yang mencari ayam,ikan,daging,jagung dan sebagainya hanya sekedar menyambut tahun baru.Sangat sedikit yang melewatkan malam dengan hal yang baik.Contoh hal yang sangat bagus dilakukan di masjid Attin,TMII.Pihak masjid mengadakan do'a bersama bersama M.Arifin Ilham,Hidayat Nur Wahid dan lainnya demi kebaikan bangsa.Doa diadakan mulai habis Maghrib sampai pukul 00.00 menjelang pergantian tahun.Sepertinya tidak ada manfaatnya sama sekali dengan melewatkan malam tahun baru dengan jalan-jalan,meniup terompet,bakar ayam dan lain-lain.Coba Anda bertanya pada hati kecil Anda,manfaat apa yang bisa diambil dengan perayaan hura-hura ? Kita semua tahu tahun baru Masehi itu adalah awal kelahiran Yesus Kristus atau Nabi Isa as.Padahal Yesus sendiri tidak mengajarkan untuk merayakan kelahirannya.Bila orang muslim merayakan tahun baru masehi berarti dia mengagungkan Yesus dan merayakan ulang tahun kelahiran Yesus.Padahal dalam Islam,semua nabi itu agung,tapi kenapa yang dirayakan secara massiv hanya kelahiran Yesus ? Seharusnya kalau kelahiran Yesus dirayakan begitu besarnya,kenapa kelahiran Nabi-nabi yang lain tidak dirayakan ?,padahal sebagai muslim punya 25 Nabi yang harus diimani ? Para pemeluk Islam hanya sekedar jadi pengekor pemeluk Kristen,padahal jumlah pemeluk Islam lebih dari 90% dan pemeluk Kristen 5 %.Ternyata yang minoritas punya pengaruh yang begitu besar,tidak hanya kalangannya saja bahkan sudah merasuk ke dalam pikiran orang Islam.Kalau sebagai muslim bisa terpengaruh dengan ajaran Kristen,patut dipertanyakan KEIMANANNYA.Kita lihat di berbagai kota terjadi kemacetan yang cukup parah.Di Jakarta lagi,dengan sepeda motor hanya menempuh jarak 1,5 km ditempuh dalam waktu 1,5 jam.Coba lihat yang paling banyak merayakan kelahiran Yesus kalangan mana ? Pasti kalangan muslim.Rosul Muhammad saw,pernah menyatakan dalam hadist,barang siapa mengikuti kebiasaan suatu kaum,maka orang itu adalah bagian dari yang diikuti.Berarti bila muslim mengikuti kebiasaan perayaan tahun baru masehi yang seperti pemeluk Kristen lakukan berarti muslim yang menjadi bagian dari Kristen.Tahun baru Islam yang jatuh 3 hari sebelum tahun baru masehi,adakah pemeluk Islam yang merayakan ? Sangat sedikit ! Suatu fenomena yang menyedihkan,muslim tidak gembira dengan tahun baru Islam dan amat riangnya dengan tahun baru Kristen.Semoga tidak terulang lagi.Amin 3x ya Allah,Robbal alamin.
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)



2 komentar:
HAY ANDA RASIS AKAN HAL TSB ! ANDA TDK TAU TENTANG AGAMA ORANG LAIN JADI JGN SOK TAU ! JAGA PERILAKU ANDA ! KARENA ANDA AKAN TAU YANG SEBENARNYA PD AKHIR JAMAN ! BENARKAN DULU PERILAKU UMAT AGAMA ANDA SENDIRI JGN MENGURUSI AGAMA ORANG LAIN YG ANDA TIDAK PAHAMI ! OK !
Terima kasih atas kunjungan Anda pada blog kami.Kami harapkan Anda mengemukakan jati diri Anda supaya orang lain lebih banyak lagi belajar lagi termasuk belajar pada Anda.Terima kasih.
Poskan Komentar