
Tahukah kita bahwa apa yang kita ucapkan nantinya bakal terwujud baik itu ucapan yang positif maupun negatif.Tetapi sebagai manusia umumnya akan lebih suka omongan atau ucapan yang negatif.Contohnya saja,orang lebih senang mendengarkan musik daripada mendengarkan nasihat guru.Anak-anak akan lebih mudah menerima hal yang negatif.Lihat saja seorang anak kecil bila mendengar ada orang yang mengucapkan kata yang kotor,anak kecil dengan cepat akan menirukan.Tapi cobalah anak kecil kita sengaja ajarkan dengan yang positif,tentunya kita butuh beberapa kali untuk membuat dia bisa.Sebagai manusia kita hanya bisa berusaha tapi Allah jualah yang akan menentukan.Tapi bila manusia berusaha maka Dia pasti akan merubah.Bila ucapan kita positif maka arah kehidupan kita mengarah yang positif dan sebaliknya.Bila kita sekarang dalam keadaan belum mampu suatu saat akan mampu.Contoh mudah.Bila keadaan kita pas-pasan sekadar melangsungkan kehidupan dan kita merasa belum bisa beli mobil baru.Suatu saat bila ada orang yang bertanya," kamu bisa beli mobil baru nggak ?" maka bisa atau tidak kita harus dijawab " bisa !".Bila kita jawab bisa,arah hidup kita akan menuju untuk bisa beli mobil baru.
Sekitar tahun 1999 dan sekarang tahun 2009,saya punya teman yang keadaannya begitu-begitu saja,sedangkan yang lain sudah punya proyek sendiri.Kenapa bisa begitu ? Padahal keduanya memulai pekerjaan yang sama yaitu kuli proyek.Tapi yang satu pernah mengucapkan " suatu saat saya harus punya proyek sendiri dan punya rumah sendiri " dan yang lain berkata " Saya yang penting masih bisa makan dan bekerja sudah untung,uang dari mana untuk modal proyek ".Ternyata apa ,tahun 2008 teman yang pernah mengucapkan harus punya proyek sendiri dan rumah sendiri,ternyata ucapannya terwujud.Sedangkan yang mengucapkan bisa makan dan bisa kerja sudah untung,memang hanya bisa makan dan kerja saja.Oleh karena itu mulai dari sekarang hindarilah mengucapkan statement dan ucapan yang negatif.Terutama orang tua terkadang bila sedang marah sampai kebablasan mengucapakn ucapan serapah ( misal-maaf : " bocah kaya setan,dasar anak tolol ") maka nantinya si anak akan mengarah ke ucapan tadi bisa jadi anaknya perilakunya seperti setan dan bisa juga tolol.Makanya mulai dari sekarang bila orang tua marah,ganti ucapan gertaknya dengan " dasar anak pintar ! " ," dasar anak ajaib ! ",maka nantinya si anak akan mengarah apa yang orang tua ucapkan.
Kita lihat contoh,di negara maju bila ada perlombaan,para peserta akan mengatakan " aku pasti akan bisa mengalahkan dia " meskipun yang bilang begitu belum pernah juara sedang yang jadi objek ucapan sudah sering juara.Begitu selesai perlombaan dan yang bilang akan mengalahkan ternyata kalah betulan,setelah ditanya masih juga optimis " sekarang mungkin belum saatnya ".Jadi jangan ada ucapan negatif.Bagi saudaraku umat muslim,tentunya banyak yang ingin pergi haji dan mungkin kita tahu kondisi dirinya saat ini belum bisa,tapi bila ada yang bertanya " Bapak/Ibu kapan pergi haji ? " jawab saja " secepatnya ",maka kita akan pergi haji secepatnya,karena do'a kita selalu diaminkan oleh malaikat yang selalu ada bersama kita.Kejadian ini pernah dialami oleh saudara saya.Dia kerja di perusahaan yang sedang,secara kasat mata kemungkinan untuk haji tidak bisa.Tapi suatu saat dia ketika ditanya kapan mau pergi haji dijawab secepatnya.Ternyata Allah membukakan jalan,dari perusahaannya memberi ongkos dia untuk naik haji.
Sekali lagi mulai dari sekarang hindari kata-kata dan ucapan yang negatif,biasakan yang positif.
Admin,
dari berbagai sumber
Hallo brothers and systers,if you are not Indonesia , you can join in this blog programme.You can use Google translator ( www.google.com/translator ) to translate this blog in your language.If you want to know more of meaning this blog for spesifically,you can visit www.toogletext.com to translate especially from English to Indonesia or Indonesia to English.If you be our member,but do not reside in Indonesia,you must have Paypal account.We always stand by you.Be our member and earn you right.