Kenapa segitiga bermuda menjadi tempat yang sangat ditakuti oleh semua maskapai ? baik maskapai penerbangan ataupun pelayaran ?
Ada beberapa versi yang bisa dijadikan bahan pertimbangan atau bahan alasan.Ini bisa dipercayai atau tidak terserah pada para pembaca.
Versi satu.
Di segitiga bermuda terdapat medan magnet yang sangat besar.Menurut beberapa pakar ilmu bumi bahwa segitiga bermuda merupakan pusat dari medan magnet.Bila kita waktu sekolah dasar dulu atau waktu SMP,setiap ada pertanyaan di manakah medan magnet bumi terbesar ? Jawabannya adalah di daerah kutub bumi baik kutub selatan atau kutub utara.Tetapi seharusnya menurut teori bila kutub adalah medan magnet terbesar,mustinya di sana tempatnya sering hilang pesawat atau kapal,tetapi kenyataannya tidak,malah justru pesawat dan kapal banyak hilang di segitiga bermuda.Apakah perlu revisi untuk jawaban di mana medan magnet bumi terbesar ? di segitiga bermuda.
Versi kedua
Menurut orang yang berkeyakinan pada kepercayaan tertentu,bahwa di segitiga bermuda terdapat mata air yang apabila airnya diminum maka bagi siapa saja yang bisa meminumnya,maka umurnya akan tidak pernah habis alias dia akan bisa hidup kekal.Oleh karena itu di situ dijaga oleh para lelembut yang tidak ingin manusia meminumnya sementara para lelembut sendiri juga tidak sanggup menjangkaunya,sehingga apabila ada manusia atau benda lain masuk maka para lelembut akan menyerangnya walaupun kita hanya sekedar lewat,tapi mereka berpikir manusia akan mengambila air dari mata air keabadian itu.Versi ketiga
Menurut agama Islam,ada hadist yang menyatakan apabila ada tempat yang bertemunya antara bayangan dan tempat terang,maka hindari segera karena tempat itu merupakan sarangnya jin.Ternyata segitiga bermuda merupakan tempat bertemunya arus laut dingin dan panas,sehingga bila ini dikaitkan dengan hadist tersebut,bisa jadi tempat itu merupakan saran jin,sehingga bila ada manusia masuk,maka mereka pasti akan menyerang kita karena mereka pikir manusia akan merusak tempat mereka.
Mau menambahkan artikel ? kirim ke sini




0 komentar:
Poskan Komentar