3 Pengaruh Pembentukan Karakter Anak di Usia Dini

ASPIRASIRAKYAT.COM - Membentuk karakter anak bertujuan untuk menumbuhkan rasa aman dan nyaman. Karakter dapat membentuk rasa lebih dihargai, berarti, dan bernilai pada anak.

Karakter bangsa tergantung pada karakter SDM-nya. Karakter SDM tergantuk didikan orang tua semasa kecil. Kegagalan dalam mendidik karakter anak akan memunculkan pribadi yang bermasalah di masa yang akan datang.

Karakter memiliki dua kemungkinan yang berbeda, dua sifat yang saling bertolak belakang. Misalnya, seorang anak yang memiliki rasa keberanian yang tinggi dan berani mengambil resiko. Hal ini akan menjadikannya seorang yang suka tantangan atau justru sebaliknya ia akan menjadi seorang yang sembrono.

Karakter melekat pada manusia, tidak dapat dihilangkan karena merupakan sebuah pola, baik pikiran, sikap, maupun tindakan. Proses pembangunan karakter untuk setiap orang tentu beda-beda sehingga menghasilkan karakter berbeda pula. Dalam pendidikan karakter, setiap anak memiliki kemungkinan akan memiliki karakter positif atau negatif sesuai dengan yang ditanamkan oleh orang tua.

Pengaruh Pembentukan Karakter AnaK

1. Pembentukan karakter dipengaruhi oleh lingkungan

Lingkungan yang positif akan membentuk karakter positif pula bagi anak, begitu pun sebaliknya. Sebagai contoh, kasus seorang anak yang besar di lingkungan binatang. Anak tersebut berjalan dengan merangkak, makan tanpa menggunakan tangan, dan bertingkah laku seperti binatang. Seorang yang menemukannya berusaha mendidiknya agar dapat berperilaku seperti manusia.

Namun kenyataannya anak tersebut tetap berperilaku seperti binatang karena hidupnya ia habiskan bersama binatang sejak dini. Kesimpulannya, karakter anak tidak hanya dipengaruhi oleh bawaan namun juga lingkungan juga memiliki pengaruh yang sangat besar.

2. Orang tua berkarakter menumbuhkan anak yang berkarakter

Seorang yang mampu membantu orang lain tentu harus mampu membantu dirinya sendiri. Begitu juga dalam hal mendidik anak, orang tua harus menerapkan nilai-nilai moral pada kehidupan sehari-hari agar anak dapat mencontoh perilaku tersebut. Tidak hanya sekedar memberi tahu namun orang tua juga harus mempraktekannya. Sebagai contoh, ketika orang tua ingin menumbuhkan sifat peduli pada anak, maka orang tua harus menunjukkan kepedulian kepada lingkungan sekitar dan pada anak itu sendiri.

3. Pembentukan karakter dimulai sejak dini

Orang tua adalah guru pertama bagi anak-anaknya, maka pendidikan karakter merupakan tugas dan tanggung jawab orang tua. Ketika anak berusia 0-6 tahun, saat itulah anak menyerap segala sesuatu yang diajarkan oleh orang tuanya. Sifat-sifat dan karakter yang Anda tanamkan sejak dini akan menjadi penentu bagi karakter anak saat telah dewasa.

Peran orang tua sangat penting dalam pembentukan karakter anak dalam menghadapi dunia di masa yang akan datang. Pada awalnya anak akan menirukan apa yang dilakukan oleh orang tua nya karena orang tua adalah orang pertama yang dekat dengannya. Setelah itu lingkungan rumah juga berpengaruh pada pembentukan karakternya. Hal ini dapat dilihat dari caranya berpakaian, sikap, dan perilaku anak sehari-hari.

Semoga artikel aspirasirakyat.com membantu Anda lebih memahami dalam membentuk karakter anak sejak usia dini.
Berbagi Aspirasi : Anda ingin berbagi aspirasi tentang permasalahan sekitar? Ingin memberi inspirasi? Kirim aspirasi anda melalui tulisan disertai foto ke email : aspirasirakyat77@gmail.com atau hubungi kontak kami, Mulailah bersuara bersama AspirasiRakyat.com, peka realita menuju perubahan.
Bagaimana Tanggapan Kamu?