IPNU Soppeng Tolak Full Day School, Ini Alasannya

IPNU Soppeng Tolak Full Day School,  Ini Alasannya
AspirasiRakyat.Com, SOPPENG - Ketua Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) Kabupaten Soppeng,  Rusdianto meminta Mendikbud merevisi kebijakan sekolah delapan jam per hari selama lima hari dalam seminggu. Pasalnya, kebijakan tersebut mengancam eksistensi madrasah diniyah.

“Kebijakan itu mengesampingkan jam belajar siswa di madrasah diniyah. Karenanya, perlu dikaji ulang,” kata Rusdianto di Jl Merdeka, Kelurahan Bila, Kecamatan Lalabata, Soppeng, Sulsel, Rabu (14/6/2017).

Seperti diketahui, tambahnya, saat ini banyak sekolah yang memiliki jam belajar selama lima atau enam jam sehari, dari pukul tujuh hingga pukul satu siang selama enam hari. Setelah itu siang atau sorenya, murid mengikuti madrasah diniyah.

Dirinya pun menyebutkan, Di desa-desa sudah menjadi budaya sejak lama anak-anak sekolah di dua tempat, pagi di sekolah umum dan untuk menambah pengetahuan agama mereka sekolah agama di siang atau sorenya.

"Bentuk penghargaan negara terhadap usaha untuk mendidik masyarakat adalah salah satunya dengan menghormati dan mendukung keberadaan sekolah-sekolah diniyah Ini. Bukan Malah menghantam habis dengan kebijakan full day school," tutur Rusdianto yang juga Dosen STAI Al Gazali Soppeng ini.

Ia pun menegaskan bahwa setiap kebijakan harus bisa mengakomodir keinginan dan kepentingan seluruh peserta didik. Keberpihakan kebijakan ya berpihak pada kepentingan rakyat seluruhnya, bukan berat sebelah.

“Banyak hal yang mendesak untuk diperbaiki dalam pendidikan kita. Salah satunya, adalah pemerataan fasilitas pendidikan,” pungkasnya. (awl) 
Berbagi Aspirasi : Anda ingin berbagi aspirasi tentang permasalahan sekitar? Ingin memberi inspirasi? Kirim aspirasi anda melalui tulisan disertai foto ke email : aspirasirakyat77@gmail.com atau hubungi kontak kami, Mulailah bersuara bersama AspirasiRakyat.com, peka realita menuju perubahan.
Bagaimana Tanggapan Kamu?