Alasan Media Player Classic Tetap Jadi Pilihan Saat Aplikasi Modern Terasa Berat
Saya sempat merasa frustrasi saat mencoba memutar file MKV kualitas 4K di laptop kerja yang spesifikasinya pas-pasan. Aplikasi bawaan Windows terbaru justru sering stuttering atau malah membuat kipas laptop berbunyi nyaring. Akhirnya, saya kembali menginstal window media player classic (khususnya versi Home Cinema), dan ajaibnya, video berjalan mulus tanpa beban sistem yang berarti.
Banyak orang mengira aplikasi dengan visual modern pasti punya performa lebih baik. Padahal, Media Player Classic (MPC) membuktikan bahwa efisiensi kode adalah segalanya. Aplikasi ini tidak membuang-buang sumber daya komputer Anda hanya untuk menampilkan animasi menu yang mengkilap atau integrasi cloud yang tidak perlu.

Salah satu alasan saya masih setia adalah dukungannya terhadap DXVA (DirectX Video Acceleration). Fitur ini memungkinkan kartu grafis Anda mengambil alih tugas berat saat decoding video, sehingga prosesor (CPU) tetap dingin dan bisa digunakan untuk tugas lain.
Perbandingan Performa Secara Kasat Mata
Berdasarkan pengalaman saya menguji beberapa pemutar media di perangkat dengan RAM 4GB, berikut adalah perbandingannya:
| Aspek Pengujian | Media Player Classic | Aplikasi Modern (Default) |
|---|---|---|
| Penggunaan RAM | Kisaran 15 - 40 MB | Di atas 150 MB |
| Waktu Startup | Instan (< 1 detik) | 2 - 4 detik |
| Dukungan Subtitle | Sangat Lengkap (ASS/SSA) | Terbatas |
"MPC adalah bukti nyata bahwa perangkat lunak yang 'selesai' dikembangkan dengan benar tidak butuh pembaruan visual setiap bulan untuk tetap relevan."
Kekurangan yang Perlu Anda Maklumi
Tentu saja, tidak ada gading yang tidak retak. Sebagai pengguna setia, saya harus mengakui bahwa bagi orang awam, tampilan window media player classic mungkin terlihat membosankan. Selain itu, pengembangan versi aslinya sudah lama berhenti, sehingga Anda harus mencari versi fork seperti MPC-HC (Home Cinema) atau MPC-BE (Black Edition) yang masih dikelola oleh komunitas.
- Antarmuka Kaku: Tidak ada dukungan tema (skin) yang benar-benar modern.
- Konfigurasi Lanjut: Untuk mendapatkan kualitas gambar terbaik (seperti menggunakan MadVR), Anda butuh waktu ekstra untuk mengaturnya.
- Bukan untuk Streaming: Jangan harap bisa membuka Netflix atau Disney+ di sini.

Cara Memaksimalkan Pengalaman Menonton
Jika Anda memutuskan untuk mencoba kembali aplikasi ini, saran saya adalah mengunduh paket K-Lite Codec Pack. Di dalamnya sudah termasuk Media Player Classic yang sudah dioptimasi. Dengan paket ini, Anda tidak perlu lagi pusing mencari driver tambahan untuk memutar format file aneh dari kamera profesional maupun unduhan internet.

Masihkah Relevan Menggunakan Aplikasi Era Windows XP di Tahun Ini?
Jawaban pendeknya: Sangat relevan jika Anda memprioritaskan fungsi di atas estetika. Gunakan window media player classic jika Anda memiliki koleksi film luring (offline) dalam jumlah besar atau sering bekerja dengan laptop tua yang napasnya sudah tersengal-sengal. Namun, jika Anda tipe orang yang sangat peduli pada tampilan visual aplikasi yang sleek dan transparan, mungkin aplikasi ini akan membuat mata Anda cepat bosan. Jadi, apakah Anda lebih memilih kecepatan atau sekadar tampilan cantik yang berat?
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow