Alasan Mengapa Photoshop CC 2020 Masih Menjadi Standar Editor Profesional
Banyak orang mengira versi terbaru selalu lebih baik, namun bagi saya yang sering berhadapan dengan deadline ketat, Photoshop CC 2020 adalah titik balik di mana Adobe benar-benar mendengarkan keluhan penggunanya. Rilisan ini bukan sekadar pembaruan angka tahun, melainkan sebuah lompatan besar dalam efisiensi kerja berkat integrasi kecerdasan buatan yang mulai matang.
Hal pertama yang langsung terasa bedanya adalah Object Selection Tool. Dulu, saya harus telaten menggunakan Pen Tool atau Lasso Tool untuk memotong objek rumit. Sekarang, cukup buat kotak di sekitar objek, dan AI Adobe Sensei akan bekerja secara otomatis mencari tepiannya. Hasilnya? Cukup presisi untuk pengerjaan cepat, meski terkadang area rambut masih perlu sedikit polesan manual.

Selain itu, fitur Content-Aware Fill kini memiliki ruang kerja khusus. Saya tidak lagi dibiarkan menebak-nebak bagian mana yang akan diambil Adobe untuk menambal foto. Saya bisa menentukan sendiri area referensinya melalui panel preview real-time. Ini sangat membantu saat saya harus menghilangkan objek di latar belakang yang teksturnya berantakan.
Peningkatan Teknis yang Sering Terlewatkan
- Preserve Aspect Ratio: Secara default, sekarang kita tidak perlu menekan tombol Shift lagi untuk menjaga proporsi saat scaling. Sebuah perubahan kecil yang awalnya membingungkan tapi akhirnya sangat masuk akal.
- New Preset Panels: Panel untuk Gradients, Patterns, dan Shapes jadi jauh lebih rapi dengan folder-folder yang terorganisir.
- Cloud Documents: Sinkronisasi antar perangkat jadi lebih mulus, terutama jika Anda sering berpindah dari desktop ke iPad.

Spesifikasi Minimum yang Perlu Anda Siapkan
Jangan harap aplikasi ini berjalan lancar di laptop lawas dengan RAM terbatas. Berdasarkan pengalaman saya, Photoshop CC 2020 cukup haus akan sumber daya saat menangani file PSB besar atau rendering 3D. Berikut adalah estimasi spesifikasi agar Anda tidak mengalami force close tengah jalan.
| Komponen | Rekomendasi Minimum |
|---|---|
| Prosesor | Intel atau AMD dengan dukungan 64-bit; 2 GHz atau lebih cepat |
| RAM | 8 GB (16 GB sangat disarankan untuk multitasking) |
| GPU | DirectX 12 support & 2 GB VRAM |
| Ruang Simpan | 4 GB ruang kosong (SSD sangat direkomendasikan) |
"Photoshop CC 2020 adalah versi transisi terbaik bagi pengguna yang menginginkan fitur AI modern namun tetap membutuhkan stabilitas performa pada sistem operasi Windows 10 versi lama."

Sisi Minus yang Harus Anda Kompromikan
Tidak ada gading yang tidak retak. Salah satu kekurangan yang saya rasakan adalah konsumsi baterai pada laptop yang meningkat tajam saat fitur seleksi AI aktif. Selain itu, bagi pengguna yang sudah terbiasa dengan shortcut lama (seperti penggunaan tombol Shift untuk scaling), masa adaptasi di awal mungkin akan terasa cukup menjengkelkan. Beberapa bug minor pada fitur Type Tool juga sempat muncul di versi awal, meski sudah diperbaiki pada update-update kecil berikutnya.
Siapkah Anda Beralih ke Versi Ini Sekarang
Jika Anda masih menggunakan versi CS6 atau CC 2017, pindah ke Photoshop CC 2020 akan terasa seperti mengendarai mobil sport setelah sekian lama memakai city car. Kecepatannya dalam mengeksekusi tugas-tugas repetitif akan menghemat waktu Anda hingga 30-40%. Namun, jika Anda memiliki PC dengan spesifikasi di bawah standar atau RAM hanya 4 GB, sebaiknya tunda dulu keinginan untuk upgrade karena aplikasi ini akan terasa sangat berat dan sering mengalami stuttering.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow