Menu
Close
Aspirasirakyat.com

Portal Berita Terkini, Aktual & Terpercaya

Alasan Saya Tetap Setia Menggunakan Classic Movie Player di Tengah Gempuran Aplikasi Modern

Smallest Font
Largest Font

Jujur saja, saya sudah hampir mencoba semua aplikasi pemutar video kekinian yang punya desain 'flat' dan penuh animasi transisi yang cantik. Namun, setiap kali saya ingin menonton film Blu-ray berukuran 50GB atau sekadar memutar video lama hasil rekaman handphone, jari saya secara otomatis selalu mengklik ikon classic movie player yang sudah terpasang bertahun-tahun di PC saya.

Saat pertama kali membuka Media Player Classic atau varian 'Home Cinema'-nya, saya merasa seperti kembali ke era Windows XP. Tidak ada iklan, tidak ada saran 'film populer' yang mengganggu, dan yang paling penting: tidak ada proses background yang memakan RAM hingga ratusan megabyte. Saya menyukai bagaimana aplikasi ini fokus pada satu tugas saja, yaitu memutar file video seakurat mungkin.

Menu pengaturan teknis pada classic movie player
Kontrol penuh atas codec dan filter adalah alasan utama para enthusiast tetap bertahan.

Performa Ringan yang Sulit Dikalahkan

Seringkali saya mendapati aplikasi modern mengalami stuttering atau patah-patah saat melakukan seeking (menggeser durasi) pada video 4K HDR. Di classic movie player, hal itu hampir tidak pernah terjadi. Penggunaannya sangat efisien karena ia mampu memanfaatkan akselerasi hardware secara maksimal tanpa lapisan antarmuka yang berat.

Aspek Perbandingan Classic Player Modern Player (Mainstream)
Waktu Booting Instan (< 1 detik) 2-5 Detik
Konsumsi RAM Kecil (10-40 MB) Besar (150-500 MB)
Iklan/Bloatware Nihil Sering Ada

Sisi Gelap yang Harus Saya Akui

Tentu saja, menggunakan software klasik bukan tanpa cela. Saya harus jujur bahwa tampilan antarmukanya memang terlihat membosankan dan sangat kuno. Jika Anda adalah tipe orang yang sangat mementingkan estetika visual aplikasi, Anda mungkin akan merasa 'ilfeel' melihat deretan ikon yang resolusinya masih rendah.

Selain itu, untuk mendapatkan kualitas gambar terbaik (seperti madVR), saya perlu meluangkan waktu ekstra untuk mengutak-atik pengaturan filter eksternal. Ini bukan sesuatu yang bisa dilakukan sekali klik oleh pengguna awam.

"Menggunakan classic movie player itu seperti mengendarai mobil manual klasik; butuh sedikit usaha untuk menguasainya, tapi kontrol yang Anda dapatkan sangat presisi dan memuaskan."
Suasana menonton film menggunakan software klasik di setup minimalis
Pengalaman menonton jadi lebih fokus tanpa gangguan notifikasi atau UI yang ramai.

Dukungan Format yang Tak Masuk Akal

Salah satu momen 'ajaib' bagi saya adalah ketika teman saya mengirimkan file video lama dengan format aneh yang tidak bisa dibuka oleh pemutar bawaan Windows maupun aplikasi modern lainnya. Begitu saya drag ke dalam classic movie player, video itu langsung terputar tanpa protes. Kemampuannya membaca berbagai macam container dan codec (terutama jika digabung dengan K-Lite Codec Pack) memang belum ada tandingannya.

Diagram dukungan format video yang luas
Mulai dari .mp4 hingga format lawas .mkv atau .ogm bisa dilibas tanpa kendala.

Masihkah Layak Dipertahankan di Tahun Ini

Pertanyaannya sekarang, apakah Anda benar-benar butuh aplikasi yang bisa melakukan segalanya, atau Anda hanya butuh aplikasi yang bisa memutar film dengan lancar? Jika Anda memiliki koleksi film dalam harddisk lokal dan menghargai kejernihan gambar tanpa gangguan performa, saya sangat menyarankan untuk tetap menyimpan satu classic movie player di folder 'Tools' Anda. Gunakan ini jika Anda muak dengan aplikasi modern yang berat, namun tinggalkan jika Anda lebih suka kepraktisan fitur cloud sync atau tampilan yang futuristik.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow