Cara Menyelamatkan Data Laptop yang Gagal Booting Menggunakan DLC Boot
Panik saat laptop tiba-tiba masuk ke layar biru (BSOD) atau mentok di logo Windows adalah hal yang sangat manusiawi, apalagi kalau ada dokumen penting yang belum sempat dicadangkan. Saya pernah berada di posisi itu, dan jujur saja, mengandalkan fitur 'Startup Repair' bawaan Windows seringkali berakhir sia-sia. Di sinilah peran krusial dari DLC Boot, sebuah paket 'P3K' digital yang wajib dimiliki setiap pengguna PC.
DLC Boot adalah kompilasi tool diagnostik yang berjalan di atas Mini Windows (biasanya berbasis Windows 10 atau 11 PE). Bayangkan Anda memiliki sistem operasi darurat di dalam flashdisk yang bisa menyala tanpa harus mengandalkan harddisk utama yang sedang rusak. Dengan melakukan dlc boot download, Anda mendapatkan akses ke ratusan software untuk partisi, backup data, reset password Windows yang lupa, hingga pengecekan kesehatan hardware.

Persiapan Sebelum Eksekusi
Sebelum memulai, pastikan Anda menyiapkan beberapa hal berikut agar proses tidak terhambat di tengah jalan:
- Flashdisk kosong dengan kapasitas minimal 8GB (Data di dalamnya akan dihapus).
- Koneksi internet yang stabil untuk mengunduh file ISO berukuran sekitar 3-5 GB.
- Akses ke komputer lain yang masih berfungsi normal untuk membuat bootable USB.
"Penting diperhatikan: Selalu matikan Antivirus atau Windows Defender sementara saat mengekstrak DLC Boot. Beberapa tool di dalamnya sering terbaca sebagai False Positive karena kemampuannya yang bisa menembus sistem keamanan Windows (seperti tool reset password)."
Langkah Praktis Membuat Bootable DLC Boot
Setelah Anda berhasil menyelesaikan proses dlc boot download, ikuti langkah sistematis ini untuk menjadikannya sebuah flashdisk penyelamat:
- Ekstrak file RAR hasil download menggunakan WinRAR atau 7-Zip.
- Tancapkan flashdisk ke port USB (Gunakan USB 3.0 agar proses loading nantinya lebih cepat).
- Klik kanan pada file
DLCBoot.exedan pilih Run as Administrator. - Klik ikon USB yang ada di pojok kanan atas interface aplikasi.
- Pilih flashdisk Anda, lalu pilih format FAT32 jika Anda menggunakan PC dengan sistem UEFI modern.
- Klik Create Boot dan tunggu hingga muncul notifikasi sukses.

Perbandingan Tool Populer di Dalam DLC Boot
Untuk membantu Anda memilih tool mana yang tepat, berikut adalah tabel estimasi kegunaan fitur-fitur utama yang paling sering saya gunakan:
| Kategori Tool | Nama Software | Kegunaan Utama |
|---|---|---|
| Data Recovery | DiskGetor / Recuva | Mengambil file dari partisi yang terformat. |
| Disk Tools | Partition Wizard | Mengubah ukuran atau memperbaiki struktur partisi. |
| Backup | True Image / Ghost | Membuat salinan sistem secara keseluruhan. |
| Password | Active Password Changer | Menghapus password login Windows yang lupa. |
Meskipun sangat perkasa, DLC Boot memiliki sedikit kekurangan. Interface-nya terkadang terasa agak intimidasi bagi pengguna awam karena banyaknya menu yang tersedia. Selain itu, jika Anda menggunakan laptop keluaran terbaru dengan SSD NVMe, terkadang driver penyimpanannya belum terdeteksi secara otomatis, sehingga Anda perlu memuat driver manual agar file di dalam laptop bisa terlihat.

Apakah Laptop Anda Sudah Siap Menghadapi Kondisi Darurat
Jangan menunggu sampai laptop benar-benar mati total untuk mulai menyiapkan tool seperti ini. Jika Anda sering berurusan dengan data penting atau gemar melakukan kustomisasi sistem, menyimpan flashdisk berisi DLC Boot di dalam tas adalah keputusan yang sangat bijak. Jadi, apakah Anda lebih memilih belajar cara menggunakannya sekarang atau harus membayar jasa servis mahal hanya untuk menyelamatkan satu folder dokumen di kemudian hari?
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow