Menu
Close
Aspirasirakyat.com

Portal Berita Terkini, Aktual & Terpercaya

Alasan Saya Malas Kembali ke Antena Biasa Setelah Menggunakan One Touch TV

Smallest Font
Largest Font

Awalnya saya skeptis saat mendengar promosi tentang kemudahan akses siaran hanya dengan satu sentuhan, tapi setelah mencoba One Touch TV selama seminggu, saya baru sadar betapa merepotkannya memutar-mutar kabel antena fisik selama ini. Perangkat ini menjanjikan akses instan ke ratusan saluran tanpa perlu berlangganan kabel bulanan yang mencekik dompet, namun apakah performanya benar-benar sehalus iklannya?

Saat pertama kali menyalakan One Touch TV, hal pertama yang saya perhatikan adalah antarmukanya yang sangat bersih. Tidak ada tumpukan menu yang membingungkan. Bagi saya yang sering tidak sabar menunggu buffering, kecepatan perpindahan salurannya tergolong impresif untuk ukuran layanan berbasis internet. Namun, pengalaman ini sangat bergantung pada satu variabel krusial: koneksi Wi-Fi Anda.

Remote control minimalis untuk navigasi smart tv
Remote yang ringkas menjadi kunci utama dari konsep satu sentuhan yang diusung.

Ketika saya mencobanya dengan koneksi 10 Mbps, ada sedikit jeda sekitar 2-3 detik saat pindah channel. Tapi begitu saya pindah ke jaringan 50 Mbps, transisinya hampir instan. Ini bukan sihir, ini murni masalah manajemen bandwidth.

Fitur yang Bikin Saya Terkesan (dan Yang Kurang)

Saya harus mengakui bahwa fitur Electronic Program Guide (EPG) yang mereka sematkan sangat membantu. Saya tidak perlu lagi menebak-nebak jam berapa acara favorit dimulai. Semuanya tertata rapi dalam jadwal digital yang informatif. Namun, bukan berarti perangkat ini tanpa cela.

Kelebihan dan Kekurangan One Touch TV

Aspek Poin Plus Poin Minus
Kemudahan Plug and play, sangat simpel. Butuh akun verifikasi yang kadang lambat.
Kualitas Gambar Mendukung resolusi HD yang tajam. Tergantung kestabilan server channel.
Koleksi Channel Lokal dan internasional lengkap. Beberapa channel premium sering offline.
Perbandingan kualitas gambar HD dan SD di layar TV
Kualitas gambar yang dihasilkan cukup solid selama sumber siarannya mendukung format HD.

Mengapa Anda Mungkin Akan Sedikit Kesal

Satu hal yang perlu saya garis bawahi adalah masalah lisensi. Ada kalanya beberapa saluran olahraga atau film populer mengalami blackout secara tiba-tiba karena masalah hak siar. Ini adalah penyakit umum layanan streaming gratis atau murah yang seringkali tidak disebutkan di brosur penjualan.

"One Touch TV adalah jembatan sempurna bagi mereka yang ingin memodernisasi TV lama tanpa mau pusing dengan teknis yang rumit, asalkan siap dengan dinamika server yang kadang naik-turun."

Jika Anda mengharapkan stabilitas 100% layaknya TV kabel berbayar jutaan rupiah, Anda mungkin akan kecewa. Tapi untuk penggunaan kasual harian, fungsionalitasnya sudah lebih dari cukup.

Suasana menonton TV di ruang tamu yang nyaman
Pengalaman menonton menjadi lebih santai tanpa kabel antena yang melintang di ruang tamu.

Apakah Dompet Anda Perlu Mengeluarkan Uang Untuk Ini

Beli perangkat ini jika Anda adalah tipe orang yang membenci keribetan teknis dan hanya ingin menonton berita atau sinetron tanpa gangguan semut di layar. One Touch TV memberikan kepraktisan yang sulit ditandingi oleh antena UHF konvensional di era digital ini.

Sebaliknya, lupakan saja jika internet di rumah Anda sering kumat atau sering kuota-habis, karena perangkat ini akan menjadi hiasan meja yang tidak berguna tanpa aliran data yang stabil. Jadi, apakah Anda sudah siap membuang tiang antena karatan di atas atap rumah Anda?

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow