Menu
Close
Aspirasirakyat.com

Portal Berita Terkini, Aktual & Terpercaya

Alasan Kuat Saya Masih Setia Memakai Media Player Classic di Tengah Gempuran Aplikasi Modern

Smallest Font
Largest Font

Saya sempat mencoba berbagai aplikasi pemutar video kekinian yang tampilannya penuh animasi dan sinkronisasi cloud, tapi ujung-ujungnya saya selalu kembali menginstal software Media Player Classic (MPC). Rasanya seperti pulang ke rumah yang sederhana namun fungsional setelah lelah terjebak di mal yang terlalu ramai. Saat pertama kali membukanya kembali setelah sekian lama, saya langsung disambut oleh antarmuka abu-abu khas Windows 95 yang mungkin bagi sebagian orang terlihat membosankan, namun bagi saya, itulah definisi efisiensi yang sesungguhnya.

Banyak yang mengira software ini sudah mati karena pengembang aslinya menghentikan proyek ini bertahun-tahun lalu. Namun, berkat komunitas open-source yang militan melalui versi Home Cinema (MPC-HC), aplikasi ini tetap mendapatkan pembaruan codec secara rutin. Saya mengetesnya untuk memutar file film 4K HDR dengan bitrate tinggi, dan hasilnya mengejutkan. Tidak ada stuttering atau lag yang biasanya saya temui di pemutar bawaan Windows.

Menu pengaturan internal Media Player Classic yang lengkap
Menu internal filter yang memungkinkan kustomisasi output video secara mendalam.

Performa Ringan yang Menolong Laptop Lama

Satu hal yang paling saya hargai adalah betapa kecilnya penggunaan RAM-nya. Ketika saya membuka task manager saat memutar film 1080p, konsumsi memorinya jauh di bawah browser atau aplikasi streaming musik. Ini adalah poin krusial jika Anda memiliki perangkat dengan spesifikasi terbatas.

  • Tanpa Iklan: Tidak ada pop-up atau tawaran langganan premium yang mengganggu pengalaman menonton.
  • Format Lengkap: Mulai dari .mkv, .mp4, hingga format jadul seperti .avi bisa dilibas tanpa perlu instal codec tambahan secara manual.
  • Customizable: Saya bisa mengatur shortcut keyboard sesuka hati, sesuatu yang jarang fleksibel di aplikasi modern.
FiturMedia Player Classic (MPC-HC)Pemutar Video Modern Umum
Penggunaan RAMSangat Rendah (Ringan)Sedang hingga Tinggi
Iklan/TelemetriNol (Bersih)Sering ada pelacakan data
Waktu LoadingInstan3-5 Detik
Seseorang menonton film di laptop lama menggunakan MPC
Media Player Classic menjadi penyelamat bagi pengguna perangkat dengan RAM terbatas.

Kekurangan yang Harus Anda Maklumi

Tentu saja, saya tidak akan bilang aplikasi ini sempurna. Jika Anda adalah tipe orang yang sangat mementingkan estetika UI (User Interface), software Media Player Classic bakal terasa sangat kaku. Tidak ada fitur otomatis download subtitle dari dalam aplikasi sesimpel aplikasi kompetitornya, dan dukungannya terhadap layar sentuh (touchscreen) sangat buruk. Tombol-tombolnya terlalu kecil untuk ditekan dengan jari di tablet Windows.

"Menggunakan Media Player Classic adalah tentang memilih substansi di atas gaya. Anda mendapatkan kendali penuh atas apa yang Anda tonton tanpa gangguan visual yang tidak perlu."
Perbandingan interface MPC-HC dengan pemutar video modern
Perbandingan visual yang menunjukkan betapa sederhananya navigasi di MPC-HC.

Haruskah Anda Membuang Pemutar Video Lama Anda Sekarang

Jika prioritas Anda adalah memutar file video lokal dengan cepat, tanpa gangguan iklan, dan ingin kontrol penuh atas kualitas gambar melalui filter eksternal seperti MadVR, maka software Media Player Classic adalah jawabannya. Segera beralih jika Anda sudah muak dengan aplikasi bawaan OS yang berat. Namun, jika Anda lebih sering melakukan streaming atau membutuhkan sinkronisasi antar perangkat, mungkin Anda lebih baik tetap menggunakan aplikasi modern yang ada. Jadi, apakah Anda tim minimalis yang mengejar performa atau tim estetika yang menyukai tampilan modern?

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed