Alasan Windows 10 Masih Jadi Pilihan Utama Meski Windows 11 Sudah Lama Rilis
Saya sempat merasa sangat bersemangat saat Microsoft merilis suksesor sistem operasi andalannya, namun setelah mencoba Windows 11 selama beberapa bulan, saya justru memutuskan untuk kembali melakukan 'downgrade' ke Windows 10 OS. Ternyata, kenyamanan dan stabilitas jauh lebih berharga daripada sekadar visual yang terlihat modern namun terasa berat.
Banyak pengguna mengira bahwa versi terbaru selalu berarti lebih baik, padahal dalam dunia sistem operasi, kematangan kode adalah segalanya. Windows 10 telah melewati masa pengembangan selama hampir satu dekade, menjadikannya salah satu OS paling stabil yang pernah dibuat oleh Microsoft. Jarang sekali saya menemui Blue Screen of Death (BSOD) atau lag yang tidak masuk akal saat menjalankan aplikasi berat.

Kenapa Windows 10 Terasa Lebih Responsif?
Ada beberapa alasan teknis mengapa sistem operasi ini masih terasa lebih 'enteng' dibandingkan adiknya:
- Persyaratan Hardware Rendah: Tidak membutuhkan chip TPM 2.0 yang merepotkan banyak pengguna PC lama.
- Antarmuka yang Efisien: Menu Start dan Taskbar tidak memerlukan animasi transisi yang memakan resource GPU secara berlebihan.
- Kompatibilitas Software: Hampir semua aplikasi lawas dari era Windows 7 berjalan sempurna di sini tanpa perlu utak-atik mode kompatibilitas.
| Fitur | Windows 10 | Windows 11 |
|---|---|---|
| Kebutuhan RAM Minimum | 2 GB (32-bit) / 4 GB (64-bit) | 4 GB |
| Desain Menu Start | List & Live Tiles (Kiri) | Centered Icons (Tengah) |
| Keamanan TPM 2.0 | Opsional | Wajib (Mandatori) |
Kekurangan yang Perlu Anda Antisipasi
Tentu saja, tidak ada gading yang tidak retak. Sebagai pengguna setia, saya harus mengakui ada beberapa poin yang mulai terasa tertinggal. Desain visualnya mulai terlihat 'tua' jika dibandingkan dengan tren glassmorphism saat ini. Selain itu, dukungan resmi dari Microsoft untuk pembaruan fitur (feature update) sudah mulai dikurangi secara bertahap.
"Meskipun sangat stabil, pengguna harus bersiap karena masa dukungan keamanan (security updates) Windows 10 dijadwalkan akan berakhir pada Oktober 2025. Ini adalah detail krusial bagi Anda yang memprioritaskan keamanan data jangka panjang."

Tips Mengoptimalkan Windows 10 Agar Tetap Kencang
Jika Anda memutuskan untuk tetap bertahan, jangan biarkan OS Anda terbebani oleh sampah digital. Saya selalu menyarankan langkah-langkah berikut untuk menjaga performanya:
- Matikan Background Apps yang tidak perlu melalui menu Privacy.
- Gunakan Disk Cleanup atau Storage Sense secara rutin sebulan sekali.
- Selalu pastikan driver grafis dan chipset diperbarui ke versi stabil terakhir (bukan versi Beta).

Haruskah Anda Tetap Bertahan atau Menyerah pada Pembaruan?
Keputusan untuk tetap menggunakan Windows 10 OS atau pindah ke sistem operasi lain sebenarnya bergantung pada prioritas kerja Anda. Tetaplah di Windows 10 jika Anda adalah seorang profesional yang membutuhkan reliabilitas tinggi, menggunakan hardware lama, atau membenci perubahan tata letak antarmuka yang drastis. Namun, mulailah melirik opsi lain jika Anda adalah seorang gamer yang ingin memanfaatkan fitur Auto HDR atau jika keamanan sistem di tahun 2026 ke atas adalah harga mati bagi Anda. Jadi, apakah PC Anda sudah benar-benar siap untuk ditinggalkan oleh pembaruan tahun depan?
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow