Menu
Close
Aspirasirakyat.com

Portal Berita Terkini, Aktual & Terpercaya

Alasan Kenapa Wondershare Filmora 13 Kini Terasa Lebih Pintar Untuk Para Content Creator

Smallest Font
Largest Font

Awalnya saya mengira Wondershare Filmora 13 hanya akan membawa perubahan kosmetik pada tampilan *dark mode*-nya saja, namun ternyata saya salah besar. Begitu saya mencoba memasukkan beberapa klip mentah hasil rekaman akhir pekan lalu, saya langsung disambut dengan deretan asisten AI yang seolah siap mengerjakan tugas-tugas membosankan yang biasanya menyita waktu berjam-jam.

Jika pada versi sebelumnya kita sering mengandalkan *drag-and-drop* efek yang itu-itu saja, di Filmora 13 ini, fokus utamanya adalah efisiensi. Saya mencoba fitur AI Copilot Editing. Rasanya seperti punya asisten pribadi di dalam aplikasi. Saya cukup mengetik 'tolong hilangkan suara bising di latar belakang', dan sistem langsung mengeksekusinya tanpa saya harus mencari-cari di mana letak pengaturan *noise reduction*.

Fitur AI Copilot di Filmora 13 membantu proses editing
Fitur AI Copilot yang memungkinkan interaksi berbasis teks untuk perintah editing.

Fitur yang Benar-Benar Membantu Skenario Nyata

Selama pengujian, ada beberapa fitur yang menurut saya bukan sekadar gimik penjualan:

  • AI Text-to-Video: Sangat berguna saat saya malas syuting tapi butuh konten visual cepat untuk media sosial. Cukup masukkan skrip, AI akan mencari stok video yang relevan.
  • AI Music Generator: Ini favorit saya. Saya tidak perlu lagi pusing mencari musik bebas royalti yang pas durasinya dengan video saya. Saya tinggal pilih *mood*, dan AI akan menciptakan musik orisinal dengan durasi yang presisi.
  • Smart Cutout: Membuang objek yang mengganggu di latar belakang kini jauh lebih rapi dibanding versi 11 atau 12.
Demo fitur Smart Cutout Filmora 13 pada objek bergerak
Proses seleksi objek menggunakan AI Smart Cutout yang jauh lebih presisi.

Spesifikasi dan Investasi yang Diperlukan

Tentu saja, semua kecanggihan ini menuntut perangkat yang mumpuni. Jangan harap bisa melakukan rendering lancar di laptop lawas tanpa kartu grafis tambahan. Berikut adalah estimasi kebutuhan sistem dan harga yang perlu Anda siapkan:

Komponen / Lisensi Estimasi Kebutuhan & Harga
Prosesor (CPU) Intel i5 / Ryzen 5 (Minimum Gen Terbaru)
RAM 8 GB (Minimal), 16 GB (Direkomendasikan)
Lisensi Tahunan Kisaran Rp 700.000 - Rp 900.000
Lisensi Perpetual (Sekali Bayar) Kisaran Rp 1.200.000 - Rp 1.500.000
"Bagi saya, harga lisensi perpetual-nya sangat sebanding jika Anda adalah kreator yang mengejar deadline harian. Waktu yang dipangkas oleh AI-nya bernilai lebih dari sekadar angka di tagihan."

Sisi Gelap yang Perlu Anda Tahu

Tidak ada aplikasi yang sempurna, pun demikian dengan Wondershare Filmora 13. Masalah utama yang saya rasakan adalah ketergantungan pada koneksi internet untuk fitur-fitur AI tertentu. Jika internet Anda lemot, fitur *Text-to-Video* atau pencarian aset di *cloud* akan terasa sangat menjengkelkan. Selain itu, sistem kredit untuk penggunaan AI cukup membatasi bagi pengguna yang ingin mengeksplorasi banyak hal sekaligus dalam satu hari.

Proses rendering video 4K di Wondershare Filmora 13
Meskipun cepat, proses rendering tetap membutuhkan resource GPU yang signifikan.

Masihkah Layak Berlangganan di Tengah Gempuran Editor Gratis

Apakah Anda lebih menghargai waktu daripada uang? Jika jawabannya iya, maka Filmora 13 adalah pilihan tepat karena ia memangkas proses teknis yang membosankan menjadi beberapa klik saja. Namun, jika Anda baru sekadar coba-coba dan memiliki banyak waktu luang untuk belajar teknis secara manual, editor gratis seperti CapCut PC atau DaVinci Resolve (versi gratis) mungkin sudah lebih dari cukup. Jadi, apakah Anda siap menyerahkan sebagian 'pekerjaan rumah' editing Anda kepada AI tahun ini?

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed