Alasan Printer Lawas HP LaserJet P1606dn Masih Jadi Rebutan di Pasar Bekas
Jujur saja, saat pertama kali saya melihat HP LaserJet P1606dn ini nangkring di pojok kantor, saya sempat meremehkannya. Desainnya kotak membosankan, warnanya abu-abu tua tipikal perangkat kantoran tahun 2010-an, dan jelas bukan tipe printer yang bakal Anda pamerkan di meja estetik. Tapi begitu saya menekan tombol 'Print' untuk dokumen 50 halaman, prasangka saya langsung rontok.
Banyak orang mengira printer lama itu lambat dan berisik. HP LaserJet P1606dn membuktikan sebaliknya. Printer ini punya kecepatan cetak hingga 25-26 halaman per menit (ppm). Yang membuat saya jatuh cinta bukan cuma kecepatannya, tapi teknologi Instant-on Technology milik HP. Saya tidak perlu menunggu lama untuk pemanasan; halaman pertama biasanya keluar dalam waktu kurang dari 7 detik saja.

Fitur Duplex Otomatis yang Menyelamatkan Dompet
Satu hal yang jarang ditemukan pada printer di kelas harga yang sama (saat ini di pasar bekas) adalah fitur Auto Duplexing. Printer ini bisa mencetak bolak-balik secara otomatis tanpa perlu saya membalik kertas secara manual. Bagi saya yang sering mencetak draf laporan tebal, fitur ini adalah penyelamat kuota kertas sekaligus membuat tumpukan dokumen jadi lebih ringkas.
| Fitur Utama | Spesifikasi |
|---|---|
| Teknologi Cetak | Laser Monokrom (Hitam Putih) |
| Konektivitas | USB 2.0 & Ethernet (LAN) |
| Fitur Khusus | Automatic Duplexing & HP ePrint |
| Kapasitas Tray | 250 Lembar |
Alasan Kenapa Printer Ini Masih Layak Koleksi
- Durabilitas Toner: Toner HP 78A (CE278A) sangat mudah ditemukan, baik yang original maupun yang kompatibel dengan harga miring.
- Koneksi Jaringan: Huruf 'n' pada seri ini berarti 'Network'. Saya bisa menyambungkannya ke router lewat kabel LAN, dan semua orang di rumah bisa kirim dokumen ke printer ini tanpa rebutan kabel USB.
- Build Quality: Terasa solid. Tidak ada kesan plastik ringkih yang mudah patah seperti printer-printer low-end zaman sekarang.

Sisi Minus yang Harus Anda Tahu
Tentu tidak ada perangkat yang sempurna. Selama saya menggunakannya, ada beberapa hal yang cukup mengganggu. Pertama, printer ini tidak punya Wi-Fi internal. Jadi, jangan harap bisa konek lewat ponsel secara langsung tanpa bantuan router. Kedua, suaranya saat mulai menarik kertas cukup mengagetkan jika ruangan sedang sunyi senyap.
"Menggunakan HP P1606dn di tahun 2024 seperti mengendarai mobil diesel tua yang terawat; tidak banyak fitur canggih, tapi Anda tahu dia akan selalu menyala dan bekerja kapan pun dibutuhkan."

Masihkah Relevan untuk Anda Bawa Pulang
Apakah saya merekomendasikan printer ini? Jika Anda adalah mahasiswa yang butuh cetak skripsi ratusan lembar atau pemilik UMKM yang setiap hari mencetak resi pengiriman dalam jumlah besar, jawabannya adalah YA. Carilah unit bekas yang masih terawat di kisaran harga Rp 800.000 hingga Rp 1,2 jutaan. Namun, jika Anda membutuhkan cetak foto warna atau jarang sekali mencetak dokumen, lebih baik lirik seri inkjet saja karena printer laser ini hanya bisa mengeluarkan warna hitam dan putih.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow